Ini Lho Jenis Imunisasi Difteri Untuk Anak

https://nusantaran.com/wp-content/uploads/2017/12/Ilustrasi-Imunisasi-Difteri.jpg

Sumber: nusantaran.com

Imunisasi merupakan hal yang penting dan wajib didapatkan oleh anak-anak untuk mencegah penyakit tertentu. Menurut Alodokter.com, difteri merupakan penyakit infeksi bagian tubuh yaitu hidung dan tenggorokan. Jika seseorang terkenan penyakit difteri, biasanya akan memiliki selaput berwarna abu-abu yang menyelimuti tenggorokan serta amandel. Namun, kebanyakan tidak mengalami gejala apa pun.

Imunisasi difteri ialah imunisasi yang bertujuan untuk mencegah penyakit difteri dan diberikan kepada anak-anak balita dan masih di bawah 7 tahun. Imunisasi ini pun sebenarnya bisa diberikan kepada orang dewasa. Untuk imunisasi ini, juga mempunyai dua jenis lainnya yang bisa diberikan kepada anak. Berikut ini ulasannya menurut Halosehat.com, yuk disimak!

Difteria dan Tetanus (DT)

Imunisasi DT atau bisa juga DTaP (Difteria, Tetanus, dan Pertusis) merupakan imunisasi atau vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus, serta Pertusis Asilular. Dosis yang diperlukan seorang anak untuk imunisasi DT atau DTaP ini ialah 5 dosis, tetapi tidak bisa diberikan secara langsung sekaligus kepada anak melainkan diberikan secara berkala pada setiap usia yang berbeda-beda. Jadi, misalnya ibu memberikan DT atau DTaP mulai usia 1 tahun, maka pemberian imunisasi ini akan berakhir di usia anak yang kelima tahun.

Ada pula usia-usia yang pas diberikan imunisasi ini antara lain bayi usia 2 bulan, bayi usia 4 bulan, bayi usia 6 bulan, bayi usia 15 sampai 18 bulan, dan anak-anak usia 4 sampai 6 tahun. Penggunaan dari imunisasi difteri dan tetanus, tanpa pertusis merupakan imunisasi pengganti bagi anak yang ternyata mempunyai alergi pada kandungan vaksin DTaP.  Apalagi, jenis vaksin DTaP tidak bisa diberikan kepada anak-anak yang usianya lebih dari 6 tahun. Maka, bagi yang sudah berusia 6 tahun ke atas dapat memakai imunisasi lainnya.

Terdapat kandungan toksoid difteri pada imunisasi ini yang memiliki kadar sampai 20 Lf dan merupakan kadar yang tinggi, ditambah dengan 7,5 Lf murni dari kandungan toksoid tetanus. Bagi yang menerima imunisasi ini mendapat dosis masing-masing 0.5 ml untuk setiap anaknnya. Setelah melakukan imunisasi, anak memang mendapatkan risiko efek samping, antara lain rasa sakit pada bagian yang menerima suntikan dan juga akan kemerahan di sekitar areanya. Selain itu, akan terjadi pembengkakan.

Anak-anak yang mendapat suntikan imunisasi difteria dan tetanus akan merasakan demam, rewel, mual-mual, dan akan muntah. Nafsu anak pun akan mengalami penurunan, maka dari itu orang tua tidak perlu terlalu khawatir jika anak mengalami hal-hal di atas.

http://www.radartanggamus.co.id/wp-content/uploads/2018/02/ilustrasi-17.jpg

Sumber: radartanggamus.co.id

Tetanus dan Difteria (TD)

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk mendapatkan imunisasi difteri dan tetanus (DT) hanya anak yang berusia di bawah 6 tahun. Sedangkan untuk anak berusia di atas 6 tahun, bisa menggunakan imunisasi TD atau Tetanus dan Difteria. Imunisasi ini memang khusus dibuat untuk remaja dan juga orang dewasa. Imunisasi ini dilakukan untuk sebagai suntikan pendorong yang terjadi setiap 10 tahun sekali.

Imunisasi TD ini cocok digunakan untuk remaja yang berusia 11 sampai dengan 18 tahun, atau yang terpenting adalah anak di atas 11 sampai 12 tahun. Selain itu, anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi pertusis di usia 7 sampai 10 tahun.  Lalu perempuan yang sedang mengandung 27 sampai 36 minggu harus mendapatkan jenis imunisasi ini pula.

Imunisasi TD tidak boleh diberikan kepada orang yang mempunyai alergi terhadap kandungan yang ada di dalamnya. Termasuk untuk orang yang sudah menerima imunisasi difteri dan tetanus lalu mengalami alergi yang bisa mengancam jiwa. Maka dari itu, sebelum terlambat, kamu bisa konsultasi terlebih dahulu pada dokter.

Itulah ulasan mengenai dua jenis imunisasi difteri untuk anak yang harus diperhatikan orang tua. Semoga artikel ini bermanfaat.

jahactuarllawqpu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *